Kamis, 16 Januari 2014

Kartu Menu

Diposkan oleh Siti Nurlailia di 02.09 0 komentar





Tugas Resep dan Menu

Diposkan oleh Siti Nurlailia di 02.00 0 komentar


Tugas Resep dan Menu

Tugas Resep dan Menu, dengan Dosen Nur  Riska M.si


Disusun Oleh :
Siti Nurlailia               5573136692




D3 – Tata Boga 2013, IKK
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Jakarta
Resep                             : Risol                  
Porsi                              : 20 buah
Takaran Baku      :
Bahan
Ukuran
Langkah Pembuatan
%
Gram
Tepung Terigu
35%
250
1. Buat isian dari bihun , wortel dan daun bawang di tumis menggunakan bumbu yang di haluskan.
Tepung Sagu
10%
50
2. buat adonan kulit risol dari tepung terigu , tepung sagu, dan telur di campur dengan air secukupnya hingga adonan menjadi encer
Bihun
20%
75
3. buat cetakan kulit risol lalu langsung isi dengan isian .
Wortel
10%
50
4. Goreng risol di minyak panas secara deep frying agar risol matang sempurna.
Daun Bawang
5%
25
5. sajikan selagi panas
Garam
5%
Secukupnya

Bumbu yang dihaluskan
10%
Secukupnya

Telur
5%
1 buah

air

Secukupnya

Cara Penyajian :
Hidangan ini baik di sajikan secara panas dan teman yang cocok saat mengemil biasanya di sajikan bersama saus sambal

Tugas Pengetahuan alat pengolahan dan penyajian hidangan

Diposkan oleh Siti Nurlailia di 02.00 0 komentar


Tugas Pengetahuan alat pengolahan dan penyajian hidangan



Tugas PAP, dengan Dosen Dra. I Gusti Ayu Ngurah,M.si

Di susun oleh :
Siti Nurlailia 5573136692


D3 – Tata Boga 2013, IKK
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Jakarta
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah  yang berjudul “Tugas Pengetahuan alat pengolahan dan penyajian hidangan tentang blender” guna memenuhi tugas individu mata kuliah PAP.
Terima kasih saya ucapkan kepada  Dosen, orang tua, serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga Karya Ilmiah PAP ini dapat diselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.
Saya menyadari bahwa didalam penyusunankarya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan, olehnya itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan karya tulis saya dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari saya semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang yang membaca karya tulis ini sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Jakarta, 23 November 2013



                                                                                                                                                                                                                                                                                   Penyusun





Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………… 2
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………  .3
I. Pendahuluan……………………………………………………………………………………………… .4
          Sejarah penemuan Blender………………………………………………………………… .4
II. Pembahasan……………………………………………………………………………………………… 6
          Definisi Blender………………………………………………………………………………….. 6
          Fungsi  Blender…………………………………………………………………………………… 6
          Cara Membersihkan Blender……………………………………………………………….. 7
          Cara Merawat Blender………………………………………………………………………… 8
          Cara Perbaikan Blender………………………………………………………………………10
III. Penutup……………………………………………………………………………………………………15
          Kesimpulan………………………………………………………………………………………...15
          Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………….15








I. Pendahuluan

Sejarah Penemuan Blender
Hampir setiap rumah tangga memiliki blender. Kita menggunakan blender dari waktu ke waktu saat hendak membuat resep favorit atau jus. Apakah Anda tahu bagaimana mesin luar biasa ini ditemukan?
Blender berawal di tahun 1922. Pada tahun itu Stephen Poplawski, pemilik Stevens Electric Company di Racine, Wisconsin, membuat prototipe pertama blender. Penemuan ini dimungkinkan melalui upaya dua insinyur sebelumnya, Chester Beach dan Frederick Osius, yang dibantu ahli pemasaran, Louis Hamilton.
Poplawski adalah orang pertama yang meletakkan pisau berputar di bagian bawah wadah untuk menciptakan blender pertama. Dia menggunakannya untuk membuat malt dan milkshake, dan kemudian berusaha menjual penemuannya kepada pemilik toko obat.
Pada tahun 1932, Poplawski menerima hak paten untuk blender ciptaannya yang dapat digunakan untuk buah-buahan dan sayuran juga. Sehingga Anda dapat lihat, blender terbaik pada saat itu digunakan untuk segala macam hal, sama seperti sekarang.
Pada tahun 1937, Osius menyempurnakan blender Poplawski dan menamakannya Mixer Miracle. Dengan dukungan keuangan dari Fred Waring, seorang mantan mahasiswa teknik dan kemudian pemimpin orkestra, Osius mengganti nama produknya menjadi Blender Waring.
Karena memiliki perbedaan dengan Osius, enam bulan kemudian Fred Waring mengakhiri kemitraan dengan Osius dan mendirikan perusahaan sendiri, Waring Corporation. Dia memperkenalkan Waring Blender tahun itu di National Restaurant Show di Chicago dan menjualnya dengan harga eceran US$ 29,75.
Blender Waring menjadi terkenal secara nasional di AS dan dianggap sebagai salah satu blender terbaik di pasar! Bahkan rumah sakit menggunakannya untuk membuat diet rumit bagi pasien mereka. Percaya atau tidak, Dr. Jonas Salk menggunakannya saat mengembangkan vaksin polio. Penjualan blender Waring mencapai angka satu juta pada tahun 1954. Tetapi saat blender Fred Waring melewati tonggak demi tonggak, merek lain, Oster, juga mulai berkembang.
Pada tahun 1946, John Oster memutuskan untuk mendiversifikasi usahanya dari peralatan cukur ke peralatan listrik rumah tangga dengan membeli Stevens Electric, perusahaan yang dirintis oleh Stephen Poplawski si penemu pertama blender. Segera setelah itu, blender Osterizer® pertama diperkenalkan. Blender ini mampu bersaing dengan blender Fred Waring. Pada tahun 1960, John Oster Manufacturing Company dibeli oleh Sunbeam Corporation.
Selama bertahun-tahun, desain blender terus disempurnakan. Di Amerika, perusahaan pembuatnya juga semakin beragam seperti Hamilton Beach, Waring, KitchenAid, Cuisinart, Breville, Braun, dll.






II. Pembahasan
Definisi Blender
Blender merupakan salah satu alat rumah tangga listrik (ARTL) yang digunakan untuk menghancurkan atau menghaluskan bahan makanan. Alat ini menggunakan komponen pengiris berbentuk pisau bermata empat. Pisau ini berputar melalui kopel roda-roda gigi dari karet ke poros motor yang berputar. Pada badan atau bodi blender terpasang sebuah saklar yang berfungsi untuk menghidupkan dan mengatur kerja motor. Variasi saklar ini pada umumnya bergantung pada merek blendernya. Variasi saklar ini berbeda antara merek Philips model/type HR – 2810/A dan blender National model/type MX – T1GN. Blender National tidak memiliki variasi kecepatan sementara blender Philips terdiri dari empat variasi kecepatan menurut posisi saklar pilihnya.
Fungsi Blender
Blender adalah alat elektronik berupa sebuah wadah dilengkapi pisau berputar yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, menggiling, atau melunakkan bahan makanan. Pisau berbentuk seperti sebuah baling-baling pendek yang dipasang pada bagian bawah wadah. Pisau ini diputar dengan cepat dengan tenaga dari sebuah motor sehingga alat ini dengan segera dapat mencampur, mencincang, dan melumatkan bahan-bahan yang dimasukkan ke dalamnya. Blender juga umumnya dilengkapi pengatur kecepatan berputarnya pisau di dalam wadah. Blender biasanya dipakai di dapur atau di bar.
Blender berbeda dari pengolah makanan (bahasa Inggris: food processor). Wadah blender biasanya lebih tinggi dibandingkan wadah food processor dan pisau biasanya dapat dilepas dan diganti-ganti bergantung kepada bahan makanan yang ingin diproses. Blender lebih cocok untuk menyiapkan/mencampur minuman (membuat jus, smoothie, susu kocok, atau menghancurkan es batu), atau menghaluskan bahan makanan yang mengandung banyak air seperti ketika membuat sup kental. Sementara itu, food processor lebih cocok untuk mengiris, mencincang, mencampur, dan menghaluskan bahan makanan yang lebih padat atau kering. Dibandingkan blender, food processor lebih serba guna, karena food processor dapat pula berfungsi sebagai blender.
Blender berbentuk batang dan tanpa wadah disebut immersion blender (blender benam). Alat ini dapat langsung digunakan untuk melumatkan makanan yang sedang dimasak di dalam panci.
Cara Membersihkan Blender
1. Air hangat, sabun cuci piring, baking soda
Isi gelas blender dengan air hangat sekitar ¾, lalu tambahkan ½ sendok teh sabun cuci piring. Tambahkan juga 1 sendok teh baking soda untuk menghilangkan bau dan noda yang ada di gelas blender.
2. Nyalakan blender
Lalu nyalakan blender dengan kecepatan tinggi selama 20 detik.
3. Noda kering
Untuk noda kering yang benar-benar lengket, ulangi kembali langkah kedua beberapa kali sampai noda hilang.
4. Bilas
Kemudian bilas gelas blender dengan air hangat dan keringkan dengan lap bersih.
5. Mencuci pisau blender
Lepaskan pisau pengaduk yang ada di bagian bawah berikut karet penahannya. Cuci dengan air hangat kemudian lap. Pastikan pisau benar-benar kering.
6. Gelas stainless steel dan kaca
Untuk membersihkan bagian luar gelas blender yang berbahan stainless steel atau kaca, gunakan cuka yang dilarutkan dengan air lalu semprotkan ke badan gelas dan lap hingga kering
7. Gelas plastik
Sedangkan untuk gelas blender yang berbahan plastik, bersihkan bagian luar dengan kain basah, cairan pembersih dapur, atau larutan soda kue dan air.
8. Membersihkan kabel
Untuk membersihkan kabel, caranya mudah, lap kabel dengan kain basah. Tetapi pastikan colokan blender tidak tersambung ke listrik.
Cara Merawat Blender
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merawat blender agar awet demikian pula penggunaannya dituangkan dalam buku atau brosur penggunaannya. Baca dengan saksama buku atau brosur petunjuk penggunaan blender sebelum digunakan. Buku atau brosur petunjuk penggunaan blender disertakan dalam paket blender saat pertama kali membeli blender. Periksa keberadaan buku atau brosur petunjuk tersebut saat anda membeli blender. Jika tidak ada, mita pada penjual. Jangan membeli blender yang tidak disertai buku atau brosur petunjuk penggunaannya.

Kerjakan semua perintah yang diharuskan dalam buku atau brosur tersebut saat anda menggunakan blender, dan hindari semua yang dilarang anda lakukan. Pada umumnya, buku atau brosur petunjuk penggunaan tersebut berisi langkah-langkah penggunaan sebagai berikut: 
1. Periksa dan cocokkan kebutuhan tegangan suplei dan frekuensi kerja dengan tegangan terpasang dan frekluensi kerja di tempat anda akan menggunakan blender.

2. Posisikan saklar blender pada posisi ‘0’ atau off. 


3. Masukkan atau pasang dengan tepat mangkok adonan yang digunakan di atas stand dudukan hingga kedua gigi kopel –gigi kopel pisau dan gigi kopel rotor- terjalin dengan benar. Ingat!!! Tutup mangkok adonan dengan rapat. Jika menggonakan mangkok besar yang diperuntukkan untuk pembuatan juce, maka jangan lupa memsang tangkai pengaduk yang dijulurkan masuk melalui lubang yang tersedia pada tutup mangkok. 


4. Tusukkan ‘tusuk kontak’ dengan benar pada stop kontak sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian! Besaran ini tidak boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap besaran listrik ini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada blender. Pegang dengan baik ujung tusuk kontak (bukan kabel penghantarnya) saat menusukkan dan melepaskan tusuk kontak ke dan dari stop kontak. 


5. Sambil tetap memegang mangkok adonan, posisikan saklar ON-OFF pada posisi ‘ON’. 


6. Perhatikan dengan cermat kondisi adonan yang diblender. Jika sirkulasi adonan sudah terdengar halus, maka hentikan putaran belender dengan jalan mengembalikan posisi saklar pada posisi OFF. Jangan menarik mangkok adonan dalam keadaan motor blender masih berputar. Berbahaya!


7. Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan motor blender, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi satu jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat fatal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor blender terbakar.


8. Bersihkan atau cuci bersih semua komponen blender kecuali bodynya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur.


9. Perhatian! Body blender tidak boleh dicuci. Di dalam bodi blender terdapat motor dan rangkaian kelistrikan blender. Pencucian bodi blender akan membasahi motor dan rangkaian kelistrikan blender. Hal ini dapat mengakibatkan motor blender dan rangkaian kelistrikan blender terhubung singkat (korsleting). Dampak selanjutnya adalah motor dan rangkaian kelistrikan motor akan terbakar ketika dijalankan kembali. 

Cara Perbaikan Blender

kerusakan pada ARTL terkadang tak dapat dihindari. Kerusakan dapat terjadi karena:
1. Faktor usia atau frekuensi penggunaan blender
2. Faktor bencana, seperti bencana alam dan kecelakaan
3. Faktor kecerobohan atau kesalahan penggunanya.

Faktor usia atau frekuensi penggunaan blender dan faktor bencana susah dihindari tetapi faktor kecerorobohan atau kesalahan dapat dihindari dengan jalan meningkatkan pengetahuan tentang belnder dan cara penggunaannya. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan untuk memperbaiki kerusakan tersebut perlu dimiliki, terutama oleh mereka yang mengikuti mata kuliah ini. Berikut ini diurakan beberapa jenis kerusakan blender dan langkah perbaikannya.

a) Motor blender tidak berputar
Motor blender tidak berputar karena tidak ada arus listrik yang masuk ke dalam motor blender. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian-bagian yang dilalui arus listrik yang menuju ke dalam kumparan atau belitan motor, seperti: tusuk kontak, kabel pengantar, saklar pengubung kontak atau pemilih putaran, sikat, komutator, dan kumparan motor.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan, yakni:
1. Periksa kondisi fisik tusuk kontak dengan pengamatan mata telanjang dari kemungkinan: terbakar, patah atau terlepas dari hubungan kontak dengan kabel pengantar. Kemudian, jika kondisi fisik terlihat bagus, lanjutkan dengan pemeriksaan hubungan kontak terminalnya dengan ujung kabel pengantar yang dihubungkan kepadanya dengan menggunakan multimeter (posisi ohm, skala 10X). Jika jarum penunjuk multimeter bergerak ke kanan menuju ke titik ukur ‘0’ dan menunjuk nilai ukur tertentu, misalnya 0 ohm atau mendekati 0 ohm dan tidak bergerak dari nilai tersebut, maka tusuk kontak blender masih baik. Selain kondisi tersebut, tusuk kontak rusak dan harus diganti dengan yang baru;

2. Periksa sambungan dan kondisi kabel penghantar, jangan sampai ada yang terlepas. Kemudian gunakan multimeter (posisi saklar pilih pada poisisi ‘ohm’, skala 10X) untuk memeriksa kondisi kabel jangan sampai mengalami putus ‘dalam’. Putus ‘dalam’ artinya kawat pengahantar yang berada di dalam selubung isolasi penghantar ‘patah’ atau terputus, sehingga titik atau posisi putusnya tidak terjangkau melalui indra mata, sehingga perlu dideteksi kondisinya dengan alat ukur multimeter atau ohm meter;


3. Periksa kondisi sikat (kiri-kanan), jangan sampai patah, aus atau pegas tekannya terlepas sehingga hilang kontak antara komutator-sikat-belitan stator-saklar-kabel penghantar-tusuk kontak. Sikat yang patah, terlalu aus atau pegas tekannya hilang dapat menyebabkan hilangnya hubungan kontak antara belitan ‘rotor dan ‘stator’ motor blender. Akibatnya motor blender tidak dapat tersuplei arus listrik dan tidak berputar. Jika sikat dalam kondisi patah, terlalu aus atau kehilangan pegas tekan, maka sikat harus diganti dengan yang baru.


4. Periksa kondisi lamel komutator. Jangan sampai ujung belitan rotor terputus kontak dengan lamel komutator, atau belitan rotor sudah terbakar. Jika semu ujung belitan rotor terputus dari lamel komutator atau belitan rotor sudah terbakar, maka motor blender tidak akan berputar.


5. Periksa kondisi hubungan belitan stator (kiri-kanan) dengan menggunakan ohm meter (multimeter) jangan sampai terbakar atau terputus. Jika terbakar atau putus, maka motor blender tidak akan berputar.
b) Motor blender tidak berputar, tetapi berdengung
Kondisi atau kerusakan yang menyebabkan motor blender tidak berputar, tetapi berdengung yaitu belitan medan bantu atau medan putar atau medan utama stator ada yang hubung singkat. Demikian pula halnya jika belitan rotor motor blender ada yang hubung singkat. Hubung singkat pada belitan stator atau rotor motor blender menyebabkan motor blender kehilangan momen putar, sementara itu arus listrik tetap mengalir. Akibatnya, motor berdengung hingga bergetar. Jika kondisi ini dibiarkan berlangsung lama sekitar 10 – 30 menit, maka belitan stator dan rotor dapat terbakar.
Langkah perbaikannya adalah:
Ganti kumparan bantu atau kumparan utama stator motor, atau ganti kumparan rotor motor blender. Penggantian belitan stator dapat dilakukan sendiri atau dipercayakan kepada tukang service. Jika pengantiannya dilakukan sendiri maka ada beberapa hal praktis yang dapat anda dilakukan, yakni:
1. Perhatikan dan catat dengan cermat ukuran kawat email yang digunakan masing-masing jenis belitan, 

2. Perhatikan dan gambar dengan tepat arah putaran belitan masing-masing belitan (belitan medan bantu, belitan medan utama, dan belitan rotor). Baca buku yang khusus membahas tentang cara menggulung belitan (kumparan) motor listrik, Panjang atau jumlah lilitan pada masing-masing kumparan tidak perlu terlalu dipersoalkan, tetapi cukup anda menimbang dengan cermat bobot kawat email yang dibutuhkan masing-masing jenis kumparan, 


3. pada saat anda menggulung dianjurkan anda menggunakan sarung tangan yang lembut dan terbuat dari kain ‘Cotton’, sehingga kemungkinan lecetnya isolasi kawat email karena pengaruh kontaminasi langsung dengan tangan anda yang mungkin lembab atau basah, atau rusak karena goresan kuku anda dapat dihindari. Kemudian, jangan menarik kawat email sambil menggesekkannya saat melakukan penggulungan, karena dapat melecetkan isolasi kawat email. 
c) Motor blender berputar, tetapi mengeluarkan percikan bunga api.
Kerusakan ini terjadi karena hubungan kontak antara sikat dan komutator tidak rata atau kurang pas.
Langkah perbaikannya adalah :
1. Periksa sikat motor, jangan sampai sikat sudah tidak pas menutup atau menyambungkan kontak sikat dengan lamel komutator dengan baik; dan

2. Periksa kondisi sikat, ganti jika sudah terlalu pendek sehingga kecekungan permukaannya tidak lagi menutupi atau menyambung hubungan antara sikat dengan lamel-lamel komutator rotor.
d) Motor blender berputar, tetapi bergetar
Kondisi blender berputar, tetapi bergetar dapat disebabkan oleh beberapa kerusakan yang terjadi pada sistem mekanik motor, seperti:
1. Sikat motor yang digunakan terlalu keras (kepadatannya tidak sesuai dengan kepadatan sikat aslinya) 

2. Permukaan lamel-lamel komutator sudah tidak rata secara siklus, sehingga sikat loncat-sangkut terhadap lamel yang tidak rata pada saat rotor berputar


3. Gigi kopel antar tangkai pengaduk dan rotor sudah cukup aus atau ada beberapa giginya hilang atau patah


4. Putaran as (poros) rotor sudah tidak sentris lagi. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh keruskan bearing (lahar) dudukan rotor (muka dan belakang), atau rumah dudukan bearing telah bergeser karena pengaruh panas yang berlebihan saat digunakan.
Langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada kondisi kerusakan terasebut, yakni:
1. Ganti sikat untuk kerusakan pertama, gunakan yang asli

2. Ganti rotor, karena pada keruskan kedua ini perbaikannya sangat susah dilakukan. Memerlukan peralatan khusus untuk melakukannya. Dan boleh jadi harga peralatan khsus tersebut lebih mahal dari pada harga rotor


3. Pada keruskan ketiga, ganti gigi kopel dengan yang baru


4. Sementara itu, kerusakan keempat sangat sulit diperbaili, kecuali mengganti bearing, rotor, dan rumah dudukan rotor. Pada umumnya rumah dudukan rotor tidak dijual terpisah, bahkan tersambung langsung dengan bodi blender. Jadi penggantiannya memerlukan bodi blender lain atau bodi baru jika ada yang dijual.
e) Motor blender berputar, tetapi saat digerakkan atau kabel penghantarnya bergerak kadang motor tidak bergerak atau berputar
Kondisi motor blender berputar, tetapi saat digerakkan atau kabel pengtarnya bergerak kadang motor tidak berputar dapat disebabkan oleh:
a. kerusakan pada sistem sikat
b. kabel penghantar mengalami putus dalam.
Langkah perbaikannya adalah:
a. Periksa sistem sikat, mungkin ada salah satu dari sikat tersebut yang lepas pegas tekannya. Perbaiki! Sebaiknya diganti saja dengan yang baru. Ingat jangan mengganti sikat hanya satu atau sebelah saja, hal ini berpengaruh pada keseimbangan tekanan sikat terhadap komutator motor

b. Ganti kabel penghantar dengan yang baru. Pada umumnya kabel penghantar tersedia dan dijual terpisah. Harga persetnya Rp 3.500 pada tahun 2004.
f) Motor blender berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar
Motor blender berputar, tetapi mengeluarkan suara kasar pada umumnya disebabkan oleh kerusakan pada bearing as rotor. Ada salah satu atau beberapa dari peluruh bearing yang terlalu aus terhadap lingkaran bearing atau sudah pecah. Kerusakan ini memberi peluang rotor mengalami sentakan atau lentingan terhadap lingkaran dalam bearing saat motor berputar hingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang kasar.


g) Motor blender berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar
Motor blender berputar, tetapi pengaduk adonan tidak ikut berputar dapat dipastikan bahwa kerusakan terjadi pada gigi kopel yang berfungsi menggenggam tangkai pengaduk dan terhubung dengan gigi putar rotor sudah aus. Satu-satunya langkah penanggulangan terhadap kerusakan ini adalah menganti gigi kopel dengan yang baru.

III. Penutup

Kesimpulan

            Jadi , Blender adalah alat dapur yang termasuk ke dalam alat pengolahan karna fungsinya yang berguna untuk menghaluskan bahan masakan yang akan di buat , selain itu blender juga agar dapat berfungsi dengan baik memiliki cara pembersihan yang harus di perhatikan serta cara perawatan agar blender yang digunakan dapat bertahan lama atau awet. Blender sangat di butuhkan dalam proses memasak masakan yang membutuhkan bahan-bahan yang harus di haluskan atu dalam membuat juice. Oleh karena itu bila terjadi kerusakan pada blender kita dapat memperbaiki sendiri dengan langkah-langkah yang ada di karya ilmiah ini.


Daftar Pustaka





 

it's my world! Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review